Kenapa Kita Takut Terlihat Biasa-Biasa Saja?

Kenapa Kita Takut Terlihat Biasa-Biasa Saja


#Turunan   #Mindset

Pernah nggak…

Kamu lagi scroll media sosial.

Santai.

Tiba-tiba muncul postingan seseorang.

Foto di tempat yang estetik.

Caption yang terdengar bijak.

Pencapaian yang bikin kagum.

Awalnya cuma lihat sebentar.

Nggak ada niat apa-apa.

Tapi semakin lama dilihat…

kepala mulai ngobrol sendiri.

“Aku ketinggalan ya?”

“Apa yang aku lakukan selama ini?”

“Kok hidupku biasa-biasa saja?”

Kamu taruh HP.

Tapi pikirannya…

nggak ikut pergi.

Kamu Nggak Sendiri

Kalau kamu pernah ada di momen itu…

Jecky ngerti.

Karena beratnya bukan di pencapaian orang lain.

Tapi di tekanan yang muncul setelahnya.

“Harus kelihatan sukses.”

“Harus punya sesuatu yang bisa dibanggakan.”

“Jangan sampai hidupku terlihat biasa.”

Dan pelan-pelan…

hidup mulai diukur memakai standar yang bahkan bukan milik kita.

Jecky Juga Pernah Di Sana

Waktu awal memulai bisnis online…

Jecky juga pernah melewati fase itu.

Sudah belajar.

Sudah ikut arahan.

Sudah berusaha menjalankan semuanya.

Tapi hasilnya…

belum juga kelihatan.

Setiap kali buka media sosial…

Jecky bukan lagi mencari inspirasi.

Jecky mencari bukti bahwa dirinya tertinggal.

Aneh ya…

Padahal setiap orang sedang berjalan di jalannya masing-masing.

Tapi kepala tetap sibuk menghitung langkah orang lain.

Lama-lama…

Jecky mulai merasa…

setiap kemajuan kecil yang terjadi…

nggak layak dirayakan.

Kalau belum besar…

rasanya belum pantas diceritakan.

Kalau belum berhasil…

rasanya belum cukup berarti.

Sampai suatu malam…

Jecky lagi scroll sendirian.

Ada seseorang yang baru mulai…

tapi hasilnya sudah seperti yang Jecky impikan.

Dada terasa sesak.

Bukan karena iri.

Tapi karena muncul pertanyaan yang cukup jujur.

“Sebenarnya… aku takut gagal?”

“Atau aku cuma takut terlihat biasa?”

Hening.

Dan jawaban itu…

ternyata lebih dalam daripada yang Jecky bayangkan.

Kenapa Itu Terjadi?

Karena hari ini…

hampir semua orang punya panggung.

Semua orang bisa menunjukkan pencapaiannya.

Dan kita yang melihat…

tanpa sadar mulai merasa harus melakukan hal yang sama.

Jecky jadi ingat satu hal sederhana.

Pernah lihat seseorang membeli buku baru…

lalu belum sempat membuka halaman pertamanya…

tapi sudah buru-buru mengunggahnya ke media sosial?

Bukunya mungkin memang menarik.

Nggak ada yang salah.

Tapi kadang…

yang ingin diperlihatkan bukan proses membacanya.

Melainkan kesan bahwa dirinya terlihat pintar.

Bahwa dirinya terlihat sedang berkembang.

Padahal…

buku itu bahkan belum selesai dibaca.

Lucunya…

kadang kita juga melakukan hal yang sama dalam banyak hal.

Bukan karena benar-benar membutuhkannya.

Tapi karena takut terlihat biasa.

Yang Jarang Disadari

Yang melelahkan sebenarnya bukan karena hidup kita sederhana.

Tapi karena kita merasa…

hidup sederhana adalah sesuatu yang harus disembunyikan.

Padahal sebagian besar hidup…

memang diisi oleh hal-hal yang biasa.

Bangun.

Bekerja.

Belajar.

Mencoba lagi.

Istirahat.

Mengulanginya besok.

Dan justru di situlah…

hidup benar-benar terjadi.

Kalau terus sibuk mengejar validasi…

kita jadi lupa menikmati bagian terbesar dari perjalanan.

Kalau kamu pernah merasa lelah karena terus membandingkan perjalananmu dengan pencapaian orang lain, mungkin kamu juga akan relate dengan artikel Kenapa Membuat Konten Sekarang Terasa Melelahkan?.

Di sana Jecky bercerita bagaimana kebiasaan membandingkan diri diam-diam menguras semangat tanpa kita sadari.

Mulai Pelan Dari Sini

Jecky masih belajar soal ini.

Masih dalam proses.

Tapi ada satu hal yang pelan-pelan berubah.

Bukan lagi sibuk mengejar agar terlihat luar biasa.

Melainkan mulai menghargai langkah kecil yang benar-benar terjadi.

Karena progress yang pelan…

tetap lebih nyata…

daripada pencitraan yang terlihat hebat.

Yang sedang Jecky bangun bukan sekadar hasil.

Tapi kehidupan yang benar-benar ingin dijalani.

Kalau suatu saat rasa itu berubah menjadi keraguan terhadap diri sendiri, mungkin artikel Kenapa Kita Mulai Meragukan Diri Sendiri Saat Konten Tidak Jalan?

bisa menemanimu. Karena sering kali rasa tidak cukup itu berawal dari keinginan untuk diakui.

Penutup

Mungkin…

hidup kita memang tidak selalu penuh pencapaian besar.

Ada hari-hari yang isinya cuma bekerja.

Belajar.

Makan.

Istirahat.

Besok mengulang lagi.

Dan mungkin…

justru di situlah sebagian besar hidup benar-benar terjadi.

Bukan di panggung.

Bukan di angka.

Bukan di tepuk tangan orang lain.

Kalau terus terburu-buru ingin terlihat luar biasa…

kita bisa kehilangan kemampuan menikmati hidup yang sebenarnya sedang kita jalani.

Mungkin itu juga alasan kenapa Jecky akhirnya mulai belajar menikmati proses, bukan terus-menerus mengejar garis akhir.

Kalau kamu sedang berada di fase itu, mungkin artikel Kenapa Kita Selalu Ingin Cepat Sampai? bisa menjadi teman perjalanan berikutnya.

Coba jujur.

Kamu takut terlihat biasa-biasa saja…

atau takut tidak diakui…

oleh orang yang pendapatnya sebenarnya…

tidak terlalu menentukan hidupmu?