Kenapa Kita Sulit Diingat Walaupun Sudah Konsisten Posting?

Kenapa Kita Sulit Diingat Walaupun Sudah Konsisten Posting


#Turunan   #Mindset

Jecky sudah posting.

Rutin.

Nggak skip.

Nggak cari alasan.

Tapi suatu hari…

Jecky duduk sendiri sambil lihat blog yang sudah diisi pelan-pelan.

Lalu muncul satu pertanyaan kecil di kepala:

“Kalau Jecky nggak posting minggu ini… ada nggak yang bakal sadar?”

Pertanyaan itu sederhana.

Tapi entah kenapa…

bikin Jecky diam cukup lama.

Karena selama ini fokusnya cuma satu:

terus bikin konten.

Terus upload.

Terus konsisten.

Tapi Jecky nggak pernah benar-benar bertanya:

“Apa ada sesuatu yang membuat orang mengingat tulisan ini?”

Dan jujur…

jawabannya waktu itu bikin sedikit nyesek.

Familiar, Tapi Tidak Membekas

Pernah nggak…

kamu dengar satu lagu berkali-kali?

Di mall.

Di kafe.

Atau di playlist orang lain.

Rasanya familiar.

Tapi kalau ditanya judulnya?

Siapa penyanyinya?

Kamu nggak tahu.

Lewat begitu saja.

Dan belakangan Jecky sadar…

kontennya dulu juga seperti itu.

Mungkin orang pernah baca.

Mungkin pernah mampir.

Mungkin pernah lewat di timeline.

Tapi tidak ada sesuatu yang membuat mereka berhenti lalu bilang:

“Oh… ini tulisan Jecky.”

Jecky hadir.

Tapi tidak meninggalkan kesan.

Jecky Pernah Mengira Masalahnya Ada di Konsistensi

Dulu Jecky percaya…

semakin sering posting…

semakin mudah orang mengingat kita.

Makanya hampir semua energi dihabiskan untuk tetap aktif.

Hari ini bikin artikel.

Besok bikin lagi.

Lusa cari topik baru.

Kalau ada ide…

langsung ditulis.

Yang penting jangan berhenti.

Tapi anehnya…

semakin banyak tulisan yang terbit…

kok rasanya tetap sama.

Orang datang.

Lalu pergi.

Tidak ada yang benar-benar kembali.

Tidak ada yang terasa melekat.

Dan yang bikin capek sebenarnya bukan sepinya.

Tapi muncul pertanyaan kecil:

“Sebenernya… orang kenal Jecky sebagai siapa?”

Saat Scroll Konten Lama, Jecky Baru Sadar Sesuatu

Suatu hari Jecky iseng buka tulisan-tulisan lama.

Scroll dari atas sampai bawah.

Dan di situ Jecky baru sadar.

Hampir semuanya berisi:

  • Tips dari orang lain.
  • Insight dari buku.
  • Formula dari mentor.
  • Rangkuman dari artikel yang pernah dibaca.

Semuanya rapi.

Semuanya benar.

Tapi ada sesuatu yang hilang.

Jecky sendiri.

Tidak ada cerita.

Tidak ada proses.

Tidak ada kebingungan.

Tidak ada pengalaman kecil yang pernah dialami.

Blog ini seperti cermin.

Memantulkan banyak hal.

Tapi tidak punya wajah sendiri.

Dan mungkin…

pembaca juga merasakannya.

Karena orang tidak terlalu ingat cermin.

Mereka lebih mudah mengingat wajah yang ada di baliknya.

Masalahnya Bukan Karena Tidak Rajin

Masalahnya adalah:

Jecky rajin menjadi siapa?

Selama ini cara membuka tulisan…

cara menjelaskan…

bahkan cara menutup artikel…

banyak dipengaruhi orang lain.

Tidak ada yang salah dengan belajar dari orang lain.

Jecky juga masih melakukannya sampai sekarang.

Tapi belakangan Jecky baru sadar…

mungkin yang bikin capek bukan karena kurang belajar.

Justru karena terlalu banyak meniru

Sampai satu titik…

Jecky sendiri mulai sulit mengenali suaranya.

Karena orang mungkin lupa informasi.

Tapi mereka sering ingat cara seseorang membuat mereka merasa.

Dan itu yang dulu belum Jecky pahami.

Yang Pelan-Pelan Jecky Coba Ubah

Jecky nggak langsung berubah drastis.

Pelan-pelan saja.

Mulai menyisipkan hal-hal kecil yang benar-benar berasal dari pengalaman sendiri.

  • Momen saat bingung.
  • Momen saat capek.
  • Momen ketika hampir menyerah.

Hal-hal yang dulu justru sering disembunyikan.

Karena takut dianggap tidak cukup pintar.

Padahal anehnya…

justru bagian-bagian itu yang paling sering membuat orang merasa dekat.

Bukan tips sempurna.

Bukan teori yang rumit.

Tapi kalimat sederhana yang terasa nyata.

Kadang…

satu kalimat jujur lebih membekas daripada sepuluh poin informatif.

Dan mungkin itulah alasan kenapa Jecky mulai memahami bahwa orang tidak selalu kembali karena kontennya paling lengkap.

Tapi karena mereka mulai mengenali siapa orang di balik tulisan itu.

Jecky pernah cerita lebih dalam tentang hal ini di artikel:

“Kenapa Sudah Posting Setiap Hari Tapi Tetap Tidak Punya Audience?”

Karena ternyata…

konsistensi dan identitas adalah dua hal yang berbeda.

Yang Baru Jecky Sadari Sekarang

Kadang audience pergi bukan karena postingannya kurang.

Dan mereka ninggalin bukan karena kontennya jelek.

Kadang…

mereka hanya belum menemukan sesuatu yang bisa mereka ingat dari kita.

Karena di internet…

orang melihat ribuan konten setiap hari.

Dan yang tersisa di kepala mereka bukan semuanya.

Hanya yang terasa berbeda.

Hanya yang terasa manusia.

Hanya yang terasa punya karakter.

Mungkin pertanyaannya bukan:

“Sudah berapa kali aku posting?”

Tapi:

“Kalau ada satu tulisan yang diingat orang… kira-kira apa yang membuat mereka mengingatnya?”

Karena diingat bukan soal seberapa sering kita hadir.

Tapi seberapa dalam kita meninggalkan kesan.

Konsisten memang penting.

Tapi konsisten tanpa identitas…

kadang cuma menjadi kebisingan yang teratur.

Dan mungkin…

itu yang baru Jecky sadari pelan-pelan.

Jadi Jecky mau tanya satu hal.

Kalau kamu berhenti posting bulan ini…

“Eh… kok tulisanmu nggak muncul lagi?”

Kalau pertanyaan itu bikin kamu diam…

mungkin ada sesuatu yang pelan-pelan sedang mencoba memberitahu kita.