Kenapa Kita Sulit Menikmati Proses Saat Membangun Sesuatu?

Kenapa Kita Sulit Menikmati Proses Saat Sedang Membangun Sesuatu


#Turunan   #Mindset

Pernah nggak…

Kamu mulai sesuatu dengan penuh semangat.

Hari pertama rasanya berbeda.

Ringan.

Ada harapan yang baru menyala.

Kamu tulis targetnya.

Kamu susun rencananya.

Dan di kepala sudah ada gambaran:

“Beberapa minggu lagi pasti mulai kelihatan.”

Tapi minggu demi minggu berlalu…

yang berubah terasa sedikit sekali.

Semangat hari pertama itu…

pelan-pelan mulai meredup.

Bukan hilang.

Tapi seperti kehilangan tenaga.

Lalu muncul pertanyaan yang pelan…

“Apa aku salah langkah?”

“Apa ini memang bukan jalanku?”

“Atau… memang aku harus menunggu lebih lama lagi?”

Kamu Nggak Sendiri

Kalau kamu pernah ada di titik itu… Jecky ngerti.

Bukan sekadar ngerti.

Tapi pernah duduk di tempat yang hampir sama.

Dengan pertanyaan yang sama.

Dengan rasa yang sama.

Jecky Juga Pernah Di Sana

Waktu mulai menjalankan bisnis online…

Jecky benar-benar sibuk.

Setiap hari ada saja yang dikerjakan.

Belajar.

Upload produk.

Perbaiki website.

Cari supplier.

Evaluasi lagi.

Dari luar… kelihatannya produktif.

Tapi setiap malam…

pertanyaan yang muncul selalu sama.

“Udah sampai mana?”

Bukan:

“Hari ini aku belajar apa?”

Bukan juga:

“Hari ini aku berkembang di bagian mana?”

Seluruh perhatian Jecky…

selalu tertuju pada hasil akhirnya.

Akibatnya…

setiap hari terasa seperti belum cukup.

Padahal kalau dipikir sekarang…

setiap hari sebenarnya tetap ada kemajuan.

Hanya saja…

Jecky terlalu sibuk melihat garis finish…

sampai lupa melihat langkah yang sedang dipijak.

Dulu Jecky juga pernah terlalu sibuk mengejar tujuan sampai lupa menikmati perjalanan.

Cerita itu pernah Jecky tuliskan di artikel Kenapa Kita Selalu Ingin Cepat Sampai?.

Kenapa Itu Terjadi?

Karena otak kita terbiasa dengan sesuatu yang serba cepat.

Pesan makanan… datang.

Cari informasi… langsung ketemu.

Kirim pesan… langsung dibalas.

Lama-lama…

kita mengira semua hal memang seharusnya berjalan secepat itu.

Padahal membangun sesuatu…

punya ritme yang berbeda.

Ada proses yang memang tidak bisa dipercepat.

Ada hasil yang memang hanya muncul…

setelah cukup lama dirawat.

Yang Jarang Disadari

Sering kali…

bukan prosesnya yang melelahkan.

Tapi karena kita menjalaninya…

sambil terus menghitung:

“Masih berapa lama lagi?”

Bayangin kamu sedang mendaki gunung.

Setiap lima menit kamu bertanya:

“Masih jauh?”

“Masih jauh?”

“Masih jauh?”

Perjalanannya pasti terasa lebih berat.

Padahal jaraknya tetap sama.

Yang berubah…

cara kamu menjalaninya.

Kadang…

bukan karena prosesnya terlalu panjang.

Tapi karena kita terus meminta proses itu…

memberikan sesuatu…

yang memang belum waktunya diberikan.

Mulai Pelan Dari Sini

Jecky masih belajar soal ini.

Masih sering nggak sabar.

Masih sering ingin semuanya segera terlihat hasilnya.

Tapi satu hal yang pelan-pelan mulai berubah…

Jecky mencoba hadir penuh…

pada langkah yang sedang dikerjakan hari ini.

Bukan karena targetnya hilang.

Tapi karena target tidak lagi mengambil seluruh perhatian.

Dan mungkin itu juga alasan kenapa sekarang Jecky lebih memilih fokus pada satu langkah kecil setiap hari.

Bukan karena hasilnya langsung terlihat, tetapi karena pelan-pelan mulai berhenti menunggu rasa “siap”.

Cerita itu pernah Jecky tuliskan di artikel Kenapa Kita Selalu Merasa Belum Siap?.

Penutup

Kalau kebahagiaanmu hanya ada di garis finish…

mungkin tanpa sadar…

kamu sudah memilih untuk melewatkan sebagian besar perjalananmu.

Karena sering kali…

yang paling indah dari sebuah perjalanan…

baru benar-benar terlihat…

saat kita menoleh ke belakang.

Bukan ketika terus sibuk melihat ke depan.

Pada akhirnya…

bukan hasil akhirnya yang paling banyak mengubah kita.

Tapi orang seperti apa…

yang kita pilih untuk menjadi…

selama proses itu berlangsung.

Dan proses itu…

sedang terjadi.

Hari ini.

Di bawah pijakan kakimu sekarang.